Friday, September 3, 2010

SELAMAT PULANG KETANAH AIR..

Saya ingin mengucapkan dua kalimah syahadat.. apakan... hehehe selamat pulang ke tanah air kepada kawan2 seperjuangan di University Islam Antarabangsa Malaysia... hehehe to m15.. faridR6.. see you di airport.. hahaha atu barat beg ku... hahaha so di sini jua.. saya ingin mendoakan semoga ketani semua selamat sampai ketanah air krg... And mudahan nada yang excess baggage krg.. hahahaha so.......... Have a safe flight... And SELAMAT HARI RAYA...

Thursday, September 2, 2010

A Question..

A question. Imagine if you died today. Have you done enough? Ask yourself deep deep down, if you died right now, would you honestly think you are absolutely 100% going to Jannah? Death should not be a taboo subject & I feel we need to think about it daily. So for today have this question at the front of your mind & think about it. Death is inevitable. But where we go after Death is down to Allah & our actions.

Liau's Body Recovered

Brunei-Muara - The body of famous veteran actor Hj Rais Banih, fondly known as Liau Badar, was found at Jerudong beach last night after a four-day search.

His body was discovered by family members at 6.20pm, trapped between coastal rocks on a strip of beach behind the Jerudong Polo and Country Club golf course, about three kilometres from Jerudong Beach.

The 74-year-old was reported missing Sunday morning after his capsized boat was found floating near Jerudong Beach. The actor was a keen angler who fished there regularly.

Hundreds of fans, friends and family members of the beloved actor converged on the shores of the beach where his body was found, reading doa selamat and waiting for the body to be brought down from the rocks.

Officials from the Fire and Rescue Department, assisted by the Marine Police and relatives of the deceased, retrieved the body from the rocks at about 9pm, but it took them a further 40 minutes to transport the body to the shore and place it in the ambulance due to the hundreds of people crowding the beach.

Twenty security guards from the Jerudong Polo and Country Club assisted police in keeping the crowd at bay as they clamoured to catch a glimpse of the body. The deceased was immediately taken to Raja Isteri Pengiran Anak Saleha (Ripas) Hospital for a post-mortem examination to determine the cause of death.

According to eyewitnesses among the recovery team, Hj Rais's body was already in the advanced stages of decomposition, further delaying the retrieval due to the delicate state of the body.

Since the day of the accident, the deceased's family have been holding vigil at Jerudong beach, searching for the actor with various government agencies headed by the Fire and Rescue Department.

Hj Rais's wife, who had stayed at the beach for three days straight, was hospitalised on Tuesday after collapsing due to emotional distress.

Immediate family members were also outraged with false rumours circulating among the Bruneian community for the past few days, regarding the discovery of Hj Rais's body, when the search was still ongoing.

Several relatives of the deceased said the rumours caused further distress to their family as well as causing complications in the search carried out by the Fire and Rescue Department.

Razalee Hj Rais, the son of the veteran comedian, said that since retiring, his father frequently went out to sea by himself.

"He would leave (the house to go out to sea) as early as Subuh (dawn) prayers were finished, and would normally return by 10am," he told The Brunei Times.

Razalee said he began to worry as the day stretched past 10am and his father did not return from his fishing trip.

Friends of Hj Rais were believed to have made a distress call at 1.18pm on Sunday afternoon after his boat was found floating astray at about 10.45am that morning.

The funeral for Hj Rais will be held today at 9am in Kg Patit, Limau Manis. Hj Rais is survived by his wife and son.

Veteran Actor's Body Found





Bandar Seri Begawan - The body of popular veteran actor Hj Rais bin Banih, also known as Liau Badar, was found yesterday at Batu Panjang, Kolam Besar in Jerudong. The Marine Police found the body at around 6.15pm close to where his boat was found last Sunday.

The 74-year-old, who went out fishing, was reported missing Sunday when his boat and fishing net were found at the beach.

A massive search ensued involving many agencies. Even a helicopter was pressed into service to conduct an aerial search.

The body was brought onshore for a forensic examination before being transported to RIPAS Hospital where doctors confirmed that the senior citizen passed away due to drowning.

Al Faatihah~




Source : brudirect.com

Wednesday, September 1, 2010

Al Fatihah...

Al-fatihah to Yang Mulia Tuan Haji Aris @Rais bin Banih ( Liau Badar ) yang telah kembali ke Rahmatullah. Jenazah beliau sudah di temui pada 1hb sept pukul 6:30 lalu petang... Semoga roh beliau di cucuri Rahmat.. Amin...

Tuesday, August 31, 2010

Readers....

Thank you for ur support... Marilah ketani sama2 mendoakan semoga LIAU BADAR dpt di jumpai secepatnya.... Alum lagi ku teupdate eh... Alum ku sihat banar.. hahaha cuba tah ah... cemana jua kan ku mengupdate... asal ku menaip... berubah words ani jadi ultraman.. ayung banar jua udah tu.. wahahaa

Saturday, August 28, 2010

Sehari 1 soalan.

Soalan : Kenapa lampung atu kalau tani switch on ia marak?


Jawapan : Pasal ia inda rusak.. wahahahahahahaha munnya rusak konpom inda marak

Friday, August 27, 2010

emergency...

Ada seorang lelaki ani bekeraja di tingkat 13 menara TAIB di bandar...

Tiba2 ada seorang lelaki beteriak... "Scofield!!! Scofield!!! Bini Mu melipun!!! Ada emergency!!!"

Tanpa berlengah lagi lelaki atu pun telampau panik... lalu ia pun terajun melalui tingkap...

Masa di tingkat 9 baru ia ingat yang ia nada bini...

Masa di tingkat 5 baru ia ingat yang ia alumm lagi kawin...

ketika dirinya hampir menyentuh tanah.. baru ia sadar yang namanya bukan scofield..

Kalau th ku ada email..

Ada seorang perempuan tua ani... Ia memohon keraja di Microsoft sebagai tukang sapu... Dia pun di terima keraja setelah menjalani sebuah interview...

Microsoft : Bah maci.. minta email kita... Kami mengantar segala maklumat tentang pekerjaan kita di email..

Maci : Maci nada email lai...

Microsoft : So sorry maci.. Kita terpaksatah kami inda jadi ambil...


Perempuan tua atu pun hampa.. Dengan hanya berbekalkan usin 10ringgit.. Ia membali sepuluh macam sayur... lalu di jualnya di tamu kianggeh... Sekalinya laku... Sampai tah satu hari ia menjadi kaya sampai kan membali sebuah lambojini... hahaha kaya udah tu ahh.... sekali ia pun tepikir kan membali insurance... di bank...


Bank : Ok.. Kami memerlukan maci punya email untuk memasukkan data2...

Maci : Maci nada email lai...

Bank : Aiiiii kaya udah... cuba tah kita banyang kan... tanpa email udah kita bulih kaya... apa lagi kalau ada emaill... cubatah bayangkan apa kan terjadi tu masa ani..

Maci : hmmmm... JADI TUKANG SAPU DI MICROSOFT....

Sehari 1 soalan.

Soalan : Kalau keratas di kuluk... jadi kumuh... apa yang kalau tani kuluk inda pandai kumuh?

Jawapan : Menguluk gitar.

Alhamdulillah..

Segala puji bagi Allah yang sentiasa memberi ujian sebelum kesenangan...

Wednesday, August 25, 2010

Sorry...

Harap maaf readers... masa ani saya inda berapa sihat... hehehe Bnyk pulang sudah di dalam minda ani apakan di post.. Tapi memandangkan sakit.. Antaranya..

1 : Panas badan..

2 : sakit menalan..

3 : Telinga bangal..

4 : Ayung 24 jam..

5 : Selisma..

6 : Sakit gigi..


So, hope semua ani akan berakhir secepat mungkin.. Amin.. Thanks...

Friday, August 20, 2010

Sehari 1 soalan.

Soalan : Pasal apa kerbau kalau di sembalih, Mati?

Jawapan : pasal andang sudah ajalnya wahahahWAHAHAHAHAHAHAHHa

Ayah vs Anak

kisah seorang ayah bersama anaknya... Pernah di kisah kan dahulu kala ada seorang bapak bersama anaknya.. hahahaha apa kan.. sama juanya.. ok cemani lah.. dulu ada sorang lelaki ani sama anaknya.. hahaha sama lagi.. lagi2 sama...

Di suatu ketika... Gudang (bukan nama sebenar) berjalan2 dgn anaknya bernama garam.

Bapa : lai... apa th sudah alai pelajari sejak bapa masukkan alai ke tahfiz atu? pandai sudah alai baca Quran bersama dgn tajwidnya?


Anak : dui pa... aku ani iatah murin kesukaan warden ni pasal aku selalu ahir balik sama aku pandai tajwid lah...


Bapa : kenapa ahir balik???????????/ jgn kan melanggar peraturan ah!!


Anak : Astah!!! Bapa jua yang mengantar aku ahir!!


Bapa : Awu ah.. Bah bah bah bah..... Bapa ada soalan sikit... Pasal hukum tajwid...


Anak : Bah hit it!!!


Bapa : Mim mati bejumpa mim apa hukumnya?


Anak : Dui sanang bah tu pa... Hukumnya markuh.. (makruh)


Bapa : Sia2 bapa antar kau ketahfiz dulu,,, hukum sanang pun inda tau...


Anak : Apa tah hukumnya...


Bapa : Hukumnya sebat 17 kali dan penjara seumur hidup lah!!


Anak : Handal jua bapa aneeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.............


LOL.

Thursday, August 19, 2010

Catatan sebelum & selepas serangan komando ISRAEL LAKNATULLAH.

KAPAL Mavi Marmara umpama madrasah bagi kami kerana di situlah semua sukarelawan yang terbabit dalam misi bantuan kemanusiaan ke Gaza menerima pendidikan yang sangat berguna, sekali gus melatih jiwa dan hati kami untuk lebih dekat kepada Allah.

Perjalanan itu, meskipun tidak sempat menghabiskan misi kerana diserang komando Israel, cukup bermakna dalam membuka pelbagai pintu rahsia. Semua petugas umpama baru tamat dalam satu proses pendidikan mengenali erti kemanusiaan dan kehidupan sebenar sebagai hamba Allah.

Empat bulan lalu, hampir setiap hari saya membaca petikan Surah Al‘Imran yang bermaksud: “Para syuhada dianggap hidup di sisi Allah dan sentiasa meminta izin daripada-Nya untuk balik ke dunia dan bertemu dengan pejuang yang masih hidup bagi mengirimkan pesanan supaya jangan takut serta sedih.”

Ketika ayat itu dibacakan setiap hari, sebenarnya saya masih menaruh harapan supaya dibenarkan menyertai misi itu dan Alhamdulillah, berkat izin-Nya, saya akhirnya mendapat kesempatan itu sebagai rombongan terakhir bersama beberapa rakan lain selepas lapan petugas sudah pun bertolak lebih awal ke Istanbul.

Pada 22 Mei, kami bersama dua wakil media Astro Awani, tiba di lapangan terbang di Istanbul dan terpaksa bergegas, berlari ke kaunter tiket untuk mendapatkan pesawat ke Antalya, sebuah pelabuhan di Selatan Turki.

Keadaan kelam-kabut itu semata-mata untuk mendapatkan pesawat domestik dan ketika itu mulut ini tidak berhenti berzikir dan berdoa supaya kami berpeluang dan dapat tiba ke destinasi tepat pada masanya kerana tidak mahu terlepas kumpulan rombongan dan akhirnya, melegakan apabila kami dapat masuk ke pesawat lima minit sebelum ia berlepas.

Dalam pesawat itu, saya duduk di sebelah jurukamera Astro Awani, Samsul Kamal Abdul Latip yang jelas kelihatan masih terpinga-pinga dan seakan belum tahu apa kemungkinan bakal dihadapi dalam misi ini sedangkan dalam pemikiran saya sudah terbayang beberapa perkara yang boleh berlaku termasuk diserang oleh tentera Israel.

Hanya doa yang mampu dipanjatkan semoga kami semua tabah menghadapi sebarang kemungkinan terutama apabila membayangkan kapal kami mungkin dibom, ditawan atau diheret sekiranya memasuki perairan Israel.

Di Antalya, kami ditempatkan di sebuah kompleks sukan selama empat hari iaitu sejak 23 hingga 27 Mei kerana terpaksa menunggu rombongan dari Eropah dan sepanjang tempoh itu, semua sukarelawan terpaksa tidur bertilamkan lantai di ruang terbuka.

Subuh pertama kami di kompleks itu, azan dilaungkan oleh sukarelawan dari Malaysia untuk mengajak semuanya bersembahyang jemaah kerana sebelumnya dilihat kebanyakan orang hanya solat sendirian dan ia juga menjadi detik pemula di mana semuanya bersatu, malah saya sendiri berkesempatan menyampaikan kuliah Subuh dalam bahasa Arab di depan semua orang.

Masih saya ingat, ketika kuliah itu, saya membacakan sepotong ayat – “Hasbunallah Wanikmal Wakil” yang bermaksud memadailah Allah sebagai wakil kami. Ayat itu juga yang dilihat sentiasa disebut di mulut, menjadi zikir ramai orang termasuk mereka dari negara lain sepanjang memijakkan kami di kapal Mavi Marmara.

Masih jelas terbayang di mata saya, begitu ramai masyarakat dari serata dunia termasuk Eropah yang datang sendiri ke kompleks sukan itu dan merayu mahu turut serta dalam rombongan itu tetapi khabarnya hanya sebahagian dibenarkan.

Sebenarnya, banyak kisah menarik untuk dikongsi bersama sepanjang kami di kompleks sukan itu termasuk jeritan seorang warga tua dari Turki ketika dikatakan rombongan itu bakal ditangguh lagi – “Tiga tahun pun akan kami tunggu!”

Di kompleks sukan itu, sempat juga saya berbual dengan anak, Syaima Amatullah, menerusi laman facebook dan dia ada bertanya – “Abah takut tak?” dan jawab saya ketika itu – “Bukankah abah selalu baca ayat dari Surah Al-Imran.” Kenyataan saya itu dipanjangkan anak saya kepada hampir semua rakannya dalam laman web itu.

Tanggal 27 Mei, bermulalah perjalanan jihad kami apabila dibawa menaiki bas yang diiring polis serta disambut meriah oleh ribuan penduduk bandar Antalya dengan memenuhi tepi jalan, melambai serta mengibarkan bendera Turki dan Palestin, selain sebahagiannya membunyikan hon, riuh rendah sama seperti suasana ketika majlis perkahwinan di negara itu.

Terpegun seketika apabila tiba di kapal Mavi Marmara kerana berbeza sekali dengan gambar yang saya lihat. Tak sangka rupa-rupanya kapal setinggi empat setengah tingkat itu begitu besar. Pemeriksaan kastam untuk masuk ke kapal begitu ketat sehinggakan kabel pengecas telefon bimbit tiga pin turut dirampas kerana dilihat berbeza dengan kabel dari negara lain yang hanya ada dua pin.

Masuk saja dalam kapal, saya bersama beberapa rakan lain membuat sujud syukur. Sebahagian yang lain kelihatan masih terpaku kerana seakan tidak percaya akhirnya dapat memijakkan kaki di kapal itu. Ketika itu, ada seorang ahli tarikat berusia 84 tahun berkata – “Aku ke sini untuk turut serta dalam perjuangan Palestin. Apa guna sekadar berzikir jika tidak berjuang bersama.”

Kami diberi makan ala kadar. Sebenarnya jika tak diberi makan pun tak apa sebab tak langsung rasa lapar. Kami makan sekadar untuk mengelakkan lemah dan tidur pun sekadar untuk memastikan badan bertenaga.

Perjalanan kami terhenti di Cyprus pada 28 hingga 30 Mei kerana menunggu kapal lain untuk menyertai konvoi. Sepanjang tiga hari itu, pelbagai aktiviti dijalankan termasuk ceramah oleh ulama di dalam kapal. Apabila kapal bergerak kembali, satu amaran sudah diberi pada malam 30 Mei kerana mereka nampak ada lampu berkelip di udara yang disyaki helikopter.

Kami juga nampak seakan ada lampu kapal lain bagaikan cuba menghampiri. Ketika itu kami diminta berkumpul dalam kumpulan 15 orang dan dibekalkan jaket keselamatan serta satu topeng gas untuk dikongsi sesama ahli kumpulan.

Jam 1 pagi, keadaan kembali tenang kerana tiada lagi tanda kapal berhampiran, namun kami diminta tidur di luar untuk bersedia terhadap sebarang kemungkinan. Jam 3 pagi, kami dikejutkan dengan sorakan takbir lantaran kumpulan di belakang kapal melihat ada sekumpulan ikan lumba-lumba mengiringi kapal.

Episod serangan bermula sejurus selepas solat Subuh yang ketika itu dirasakan Subuh terakhir kami. Kelihatan beberapa bot menghampiri kami dan helikopter yang berlegar melemparkan bom asap pemedih mata, namun peliknya ia langsung tidak menjejaskan kami kerana tiap kali bom dilempar, ketika itu juga angin akan bertiup kencang menolak asap.

Meskipun keadaan huru-hara dan seakan tidak terkawal, kebanyakan kami tidak terasa gentar. Saya sendiri ditembak di bahu kanan dengan peluru getah tetapi sakitnya hanya sekejap. Malah, ketika ditawan, beberapa kali saya dipijak dan ditendang oleh komando Israel dengan kuat, namun tak pula terasa sakit atau ada kesan lebam.

Selepas ditawan dan diikat dengan tali kabel selama lebih 15 jam, ada di kalangan kami yang berpuasa, namun tidak pula terasa lapar atau lemah. Ketika itu kami hanya ingat Allah. Kekejaman komando Israel bukan sekadar tak beri makan minum, malah tak juga benarkan ke tandas sehingga ada yang terkencing dalam seluar.

Air pun hanya diberi sebotol untuk dikongsi beramai-ramai. Itupun dalam keadaan tangan diikat. Bayangkan betapa kuatnya talian persaudaraan di kalangan kami, meskipun ada yang berlainan agama apabila sesama kami menuang air ke mulut rakan yang lain bersilih ganti.

Di Ashdod, pelabuhan di Israel, kami tidak lagi menerima layanan seburuk di kapal kerana ketika itu kami diuruskan oleh pegawai dari Kementerian Dalam Negeri Israel yang nyata terpaksa melayan dengan baik lantaran sudah menerima tekanan dari kedutaan lain.

Dibawa ke penjara yang masih baru, kami ditempatkan dalam sel besar dengan empat orang sebilik. Ketika itu, sesuatu yang sangat melegakan apabila kami dapat mandi dan membersihkan diri. Tidak berapa lama ditahan kerana akhirnya kami dibebaskan selepas dikunjungi wakil kedutaan Jordan yang memang ditugaskan untuk membebaskan sukarelawan Malaysia dan Indonesia.

Teringat lagi bagaimana berani sekali seorang Ahli Parlimen Kuwait ketika menaiki bas untuk ke Jordan. Sempat dia turun semula ke tangga dan menjerit minta dia dibawa kembali ke sel dengan alasan tidak mahu dibebaskan. Jelas sekali dia seakan mencabar pegawai Israel.

Lucu pula melihat akhirnya pegawai Israel itu pula yang merayu meminta dia naik semula ke dalam bas. Itu semua akibat tekanan kuat yang diberikan kedutaan negara lain yang begitu ramai berkumpul di situ.

Masih sebak di hati ini apabila mengenangkan rakan dari Turki yang tak dibebaskan ketika kami sudah menaiki bas kerana kedutaan mereka belum tiba. Salah seorang warga Turki ada memanggil saya, memeluk dan menangis sambil menawarkan duit poket kerana beranggapan semua barang termasuk dompet saya sudah dirampas.

Sejak dibebaskan pada jam 4.30 petang, Subuh keesokan harinya baru kami sampai di sempadan Israel – Jordan, dan sesuatu yang sangat mengujakan apabila terpandang bendera Malaysia dikibarkan. Ketika itu terasa betapa pemimpin negara kita begitu mengambil berat, malah ketika kami menghubungi Perdana Menteri yang berada di Laos pada jam 2 pagi, beliau masih berdaya menjawab telefon dan menitip pesan kepada kami.

Orang pertama yang saya hubungi sejurus tiba di Jordan dan diberi hadiah sebuah telefon bimbit jenama Nokia dengan kredit panggilan sebanyak sembilan dinar ialah isteri yang kedengaran masih tenang meskipun dalam beberapa laman web sudah beranggapan saya sudah tiada.

Banyak sebenarnya pengajaran yang diperoleh daripada semua kejadian ini di mana ia pasti menguatkan iman kami selain sedar kita hanya insan kerdil yang sudah diaturkan Allah nasibnya serta bersatu seluruh bangsa dunia untuk menentang kekejaman Israel.

(Penulis, bekas Pensyarah UTM yang juga Pengerusi Aqsa Syarif adalah antara 10 sukarelawan Malaysia dalam misi keamanan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui kapal yang diserang Israel baru-baru ini).

Wednesday, August 18, 2010

1 soalan sehari...

Soalan : Pasal apa air yang tenang JGN DI PIKIR NADA BUAYA???

Jawapan : Pasal ia dalam sungai.. ada buaya dalam galaskan? WhahahahAHAHAHAHAH

MUST SEE.. Hilarious.. haha aku TERnampak video ani dari profile si ehem pulang.. hehe

Tuesday, August 17, 2010

YANG TAK BISA DIUCAPKAN OLEH SEORANG AYAH..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....

Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu
mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"

Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..

Bapak vs menantu

Di suatu keluarga... Tinggal lah seorang bapak bersama isterinya.. anak perempuannya bersama menantu lelakinya...si menantu adalah seorang yang soleh... rajin solat.. membaca QURAN merdu bagai sheikh mishari... tetapi dia ada satu tabiat buruk iaitu suka mencium bau kentut...

Si bapak pulak sorang yang rajin bekerja.. dan seorang bapak yang penyanyang.. tetapi si bapak ada satu tabiat buruk iaitu tidak pernah sembahyang... suatu hari si bapak mengajak si menantu bermain dam..


si bapak : bah.. turn mu lagi wang... haha bataaaaahhhh...

menantu : eh bapa ani... mcm ada ancaman saja cara kita becakap atu.. mcm bulih ku menghidu sesuatu...


si bapak : kau bab menghidu andangnya satidi... kantut lagi malar kau cium....

menantu merah padam mua....


Menantu : bah kita lagi jalan...

si bapak pun main sehingga 3 dam skali gus di makannya...


si bapak : hahahaha handal aku ani... mun betaruh usin tadi atu.. bulih udah ku balikan tiket haji ni.. wahahahahaha

menantu : kalau kan naik haji mesti jua sembahyang kaliaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh.....

Si bapak terkedu dan terkisma...

sekian.

Monday, August 16, 2010

perjumpaan pertama dgn bakal mertua di bulan ramadhan...

Dahulu kala... Ada seorang pemuda bernama muntaka (bukan nama sebenar) yang kacak lagi tampan berbual panjang dengan galprennya bernama hjh nandung..


nandung : syg.. bila kan u kan jumpa family me ani? me punya bapa tanya sudah tu sama mama me kan masakkan u sepisil bah tu syg eh... bah bila?

muntaka : hmmm... masak apa mama u?

nandung : pop mee..

muntaka : me takut me kana suruh imam bah nanti lai eh... udah tah me ani inda handal... kalau kana suruh menimbang bula bulih lah...

nandung : kalau inda jgn tah lagi sama aku.. banci ku banci!!!

muntaka : me main2 jua kali gnya aaaa..... me selalu imam kali ahhh....


Tiba saat yang di tunggu2... selepas sungkai pop mee..


Si Bapa : bah muntaka... paji mau muntaka imam malam ani....

muntaka : oraitt... bulih.. kita mau sembahyang apa?

si Bapa : Astahhh masuk isya sudah jua ni... paji mau sembahyang subuh...

muntaka : booleeehhhhhhhhh


si muntaka ani pun memulakan bacaannya... sambil menangis2... kdg2 terkidum2... sampaikan si bapa tadi pun mengeluarkan air mata yang jernih lagi gebu.... selepas solat...


si Bapa : bagusss muntaka... inda paji sangka usul mu cemani pandai jadi imam... merdu lagi suara... bacaaan pun bagus..

muntaka : hehehe iatah paji... atu baru ku baca hadis tu.. balum lagi ayat Quran ku bawa.... haaha paji.. tadi atu.. hadis sohih tu paji...

Si Bapa : get out of my house!!!!!


LOL